Hayo Loh, Aktifitas Penambangan Ilegal Matras Dikomentari Polairud Polda 

Pengamat Hukum : Netizen Pressure Bisa Jadi Pemicu Tindakan Pro Justicia

Berita, Daerah34 Dilihat
banner 468x60

Pangkalpinang wisenews.my.id – Masifnya netizen pressure harus disambut positif sebagai simbol meningkatnya kesadaran hukum dan ketidakadilan publik di Indonesia. Kesadaran ini tidak terlepas dari kontribusi para influencer yang telah berusaha menyederhanakan isu-isu hukum dan kebijakan yang kompleks dan rumit menjadi sederhana dan mudah dikonsumsi masyarakat luas, Jumat 24 April 2026.

Apalagi jika kemudian akibat kalimat sakti No Viral No Justice jadi senjata publik untuk melakukan tekanan pada pihak yang berwenang, melakukan razia gabungan penertiban tambang ilegal misalnya.

banner 336x280

“Istilah ini mengacu pada tindakan yang dilakukan secara kolektif untuk memberi tekanan dan kritik kepada individu dan institusi penegak hukum melalui platform online. Namun itu semacam fakta yang tertunda, dan di kemudian hari tingginya atensi akhirnya mendorong aparat melakukan tindakan pro justitia,” terang Dosen hukum sekaligus penulis artikel yang dikutip dari hukumonline, Febriansyah Ramadhan.

Sementara itu, sehari sebelumnya pihak media telah mengungkap terjadinya penghancuran objek destinasi wisata Pantai Matras dari sekelompok penambang liar dengan modus menggunakan belasan perahu TI selam. Aktivitas ini tentu saja membuat wisatawan lokal geleng-geleng kepala keheranan melihat tempat wisata berubah jadi ajang merampok timah dan rupiah.

Berita sebelumnya: Pantai Matras Dijarah Penambang (klik link)

Melihat indikasi kehancuran bentang alam Pantai wisata -serta minim atensi aparat hukum, maka media ini kemudian berinisiatif untuk melakukan proses “netizen pressure” via platform digital social media -direct message di Instagram.

“Selamat siang, izin komandan share informasi,” sapa akun sosmed media dalam percakapan direct message ke akun resmi aparat keamanan, menyoal aktifitas ilegal di kawasan Matras Sungailiat kabupaten Bangka.

Tidak lama kemudian, memakan waktu hanya sekitar satu jam, akun resmi aparat negara tersebut me-reply informasi tentang perusakan kawasan destinasi wisata Pantai Matras tersebut, seraya mengucapkan rasa terima kasih atas info tadi.

Tangkapan layar dm IG.(Ist)

“Siap pak, makasih banyak, akan dilaporkan ke pimpinan dan ditindaklanjuti,” sambut akun resmi tersebut.

Akhirnya, sambung Febriansyah, media sosial telah berubah menjadi gerakan yang terkonsolidasi untuk mengadvokasi berbagai tindakan kejam yang dilakukan oleh individu dan sejenisnya. Solidaritas sesama masyarakat kian terhubung melalui gerakan-gerakan tersebut, “Sehingga memobilisasi ribuan bahkan jutaan orang bukan perkara sulit untuk membicarakan tentang masalah yang sedang hadapi dan diperjuangkan,” pungkasnya.

Sampai berita ini tayang, pihak media telah berkomunikasi dengan lintas sektor di tubuh institusi kepolisian, tapi sayang belum direspons maksimal dan akan segera diperbaharui jika ada perubahan.(elhakim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *