Pangkalpinang, wisenews.my.id – Aktivitas pengerit BBM kembali marak di SPBU Pangkal Balam. Solar dan pertalite menjadi incaran utama, bahkan proses pengisian menggunakan barcode dinilai hanya formalitas belaka. Situasi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran oleh pihak Pertamina maupun aparat setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrepanjang kendaraan modifikasi dan jerigen sejak pagi hingga malam hari. Pengerit tampak leluasa keluar-masuk area pengisian, sementara masyarakat umum harus menunggu lama.
SPBU Pangkal Balam di Kota Pangkalpinang diduga telah berubah menjadi ladang empuk bagi mafia BBM. Pengerit, preman, dan praktik pungutan liar (pungli) terlihat secara terang-terangan menguasai antrean, membuat distribusi BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite mengalir bebas tanpa kendali. Pertamina hingga kini bungkam, seakan tak peduli pada kebocoran besar yang merugikan negara dan rakyat kecil.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan modifikasi, truk tangki kecil, dan mobil pribadi berulang kali mengisi BBM. Di sela antrean, sejumlah preman terlihat mengatur jalur dan memberi “izin prioritas” bagi pengerit yang membayar setoran. Sementara masyarakat umum yang datang untuk kebutuhan harian harus menunggu berjam-jam atau pulang dengan tangki kosong.
Sejumlah warga mengeluhkan adanya oknum preman yang mengatur jalannya antrean, bahkan diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengerit agar mendapat prioritas pengisian. “, kdg sengaja ngisi bensin ngantri jam 4-5 subuh biar dk ramai ngantri rupa g dk ngaruh ttp antri org ngerit ukan kk motor agk, ngerit kk mobil juga” ungkap salah pelanggan yang enggan disebut namanya yang berkomentar pada berita di Tiktok Wise News
Tak hanya itu nitizen yang berkomentar juga menyampaikan @ikaaa: petugas jg bnyak gk beres SPBU pk blem bnyak gk beres ku buat barkot byar 100rb skli aku mau makek buat bli pertalite gak bs””” sdah di ambil sm petugas pom tersebut skli di cek jam pemakaian berkot sllu jam 1 mlem lwat” ujarnya
Hal hal yang disampaikan netizen adalah bukti atas keresahan serta tutup matanya pertamina atas kegiatan yang merugikan serta pertamina yang kurang tanggap diduga melakukan pembiaran
Tak hanya itu, mekanisme barcode yang semestinya mengendalikan distribusi BBM subsidi diduga dimanipulasi. Pengerit diduga menggunakan barcode pinjaman atau ganda untuk mengisi berkali-kali dalam satu hari. Hal ini jelas berpotensi merugikan masyarakat yang benar-benar berhak menerima BBM
Hal ini dinilai Pertamina dan aparat penegak hukum terkesan menutup mata terhadap praktik ilegal ini. Jika ini terus dibiarkan, SPBU berubah jadi ladang bisnis preman dan calo, sementara hak masyarakat terabaikan,.
Publik kini menunggu langkah tegas dari Pertamina, Pemkot Pangkalpinang, dan aparat keamanan untuk membersihkan SPBU dari praktik pengerit, pungli, serta mafia BBM. Tanpa penindakan nyata, situasi ini akan terus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BBM bersubsidi












