Aparat Kepolisian Wajib Memeriksa Asal Usul Timah Milik Kolektor Supen Airbelo

Lapor Pak Kapolda Babel, Bagaimana Law Enforcement?

Berita, Tambang14 Dilihat
banner 468x60

Pangkalpinang — Lezatnya uang hasil perputaran bisnis timah memang mampu menina-bobokan siapa saja, tak terkecuali warga yang sehari-hari justru terkesan biasa-biasa saja. Akan tetapi harumnya lembaran kertas merah bergambar dua bapak bangsa Soekarno-Hatta diyakini mampu merontokkan rasa takut siapapun, tak terkecuali oknum pengusaha Desa Airbelo, bernama Supen, Jumat 14 April 2023.

Informasi soal keterlibatan oknum pengusaha bernama Supen dalam pusaran bisnis timah ilegal ini, diperoleh wartawan ketika sedang bertanya pada salah seorang warga pendatang di soal ramainya lokasi Desa Air Belo dari pusaran timah ilegal.

banner 336x280

“Oh, kalau yang membeli timahnya Pak Supen, infonya dia itu boss besar di Airbelo, kenapa kok tanya-tanya soal dia pak?” kata warga pendatang yang berkeberatan namanya dimasukan dalam pemberitaan.

Selain mengungkapkan informasi siapa saja aktor yang bermain di kawasan Tambang sekitar Airbelo, sumber juga mengatakan bahwa untuk seputaran Desa Airbelo dan sekitarnya, nama Supen sudah tidak asing lagi bagi para koordinator tambang ilegal.

Walaupun demikian, aktifitas yang penuh resiko milik oknum warga Supen ini -jika benar- tentu berpotensi kuat untuk diancam pidana Pasal 161 UU No. 3 Tahun 2020 (Perubahan UU Minerba) yang isinya adalah mengatur sanksi pidana bagi setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengolah, memurnikan, mengembangkan, mengangkut, atau menjual mineral/batubara ilegal. Pelaku terancam penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Konfirmasi ke Supen di WA, gambar sengaja diblur.

Lingkungan Sekitar Jadi Rusak, Oknum Warga Pesta Pora Makin Kaya Raya

Terpisah, Camat Muntok Setya ketika dikonfirmasi oleh media ini justru mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui aktifitas yang sangat patut diduga merugikan pajak pendapatan asli kabupaten Bangka Barat tersebut. Dan juga merusak bentang alam Bangka Barat.

“Waalaikumsalam. Sya tidak kenal pak dengan nama yang bapak sebutkan diatas dan tidak mengetahui kalau ybs adalah kolektor timah, dan kami tidak pernah dapat sesuatu atau kompensasi dan bantuan dalam kapasitas kami selalu camat,” tegasnya dalam pesan whatsapp yang direply pada jam 17:18 wib.

Sementara itu, media juga telah berupaya melakukan konfirmasi langsung pada oknum pengusaha Supen pada jam 16:56 wib Tapi sayangnya ybs belum merespons konfirmasi tadi dan akan terus diusahakan agar berita berimbang, dan Media pun sudah melakukan lintas konfirmasi ke berbagai pihak, hasil rapat redaksi sore tadi memutuskan berita tetap tayang. Dengan ketentuan, media menerima permintaan HAK JAWAB dan HAK KOREKSI jika ada informasi dalam artikel yang dianggap tidak sesuai. (Elhakim)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *